KENDARI, Tigadetik.com – Penumpang yang baru turun dari kapal cepat mengeluhkan pelayanan Pelabuhan Nusantara Kendari dan Bungkutoko.

Hal itu karena ada sebagian penumpang yang terpaksa harus berjalan kaki sejauh kurang lebih puluhan meter untuk mendapatkan transportasi umum, khususnya online.

Kejadian tersebut, salah satunya dialami penumpang kapal cepat dari Baubau bernama Firman. Firman ketika ditemui media ini di area pelabuhan Nusantara Kendari pada Minggu (24/5/2026) mengaku diminta berjalan kaki hingga depan SPBU Pertamina jika ingin menunggu atau memesan transportasi online.

Dirinya sempat ditawarkan kendaraan yang mangkal di area pelabuhan, namun menolak. Dia pun lalu diarahkan oleh sopir yang mangkal di pelabuhan agar jangan menunggu mobil pesanan di depan pelabuhan dengan alasan macet.

“Terus terang saya kecewa, padahal ada juga mobil yang menurunkan penumpang di depan gerbang pelabuhan. Kenapa saya mau naik mobil tidak bisa, padahal kalau saya mau naik tadi di mobil yang sudah saya pesan online mungkin lebih cepat dari yang turun tadi,” kata Firman.

“Untung saya tadi hanya satu barang bawaan, bagaimana dengan ibu-ibu dengan anak lalu banyak barang bawaannya berjalan kaki sampai depan SPBU,” tambahnya.

Dia pun berharap agar pemerintah daerah bersama pemerintah terkait dapat mencarikan solusi terkait permasalahan ini agar tidak berlarut-larut.

“Dari saya pribadi, kondisi ini sangat meresahkan kami selaku penumpang, karena itu sangat mengharapkan dari pemerintah turun tangan secepatnya menangani masalah transportasi di area pelabuhan. Karena jangan sampai ada orang baru ke Sultra dengan transportasi laut, terus mengalami hal seperti ini,” tutupnya. (mm)