banner 728x250

Bersama Polda Sultra, Pemuda Mowila Konawe Selatan Jaga Keamanan dan Ketertiban

  • Bagikan
Ditintelkam Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan silaturahmi bersama kelompok pemuda dan tokoh masyarakat Kecamatan Mowila pada Kamis (24/9/2026).
banner 468x60
Spread the love

Konawe Selatan – Ditintelkam Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan silaturahmi bersama kelompok pemuda dan tokoh masyarakat Kecamatan Mowila pada Kamis (24/9/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut digelar di salah satu rumah warga yang berlokasi di Desa Wuura, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan.

​Langkah ini diambil oleh jajaran Ditintelkam Polda Sultra guna menyikapi maraknya potensi konflik agraria yang kerap memicu dinamika sosial di wilayah Konawe Selatan akhir-akhir ini. Melalui pendekatan dialogis, pihak kepolisian berupaya membangun komunikasi dua arah bersama elemen masyarakat secara langsung.

​Dalam kesempatan tersebut, personel Ditintelkam Polda Sultra secara khusus merangkul dan mengajak generasi muda Mowila untuk memperkuat komitmen bersama. Pihak kepolisian menekankan pentingnya peran aktif pemuda dalam mengawal dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif di lingkungan mereka.

​Aparat kepolisian menyampaikan bahwa potensi gesekan akibat perselisihan lahan harus disikapi secara bijak tanpa mengedepankan aksi-aksi yang melanggar hukum. Kepolisian menghimbau agar setiap riak atau benturan kepentingan di lapangan diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
​
Di sisi lain, warga dan perwakilan kelompok pemuda Desa Wuura memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan secara langsung persoalan krusial yang tengah dihadapi masyarakat setempat. Warga mengeluhkan polemik tumpang tindih kepemilikan lahan yang memicu kerawanan sosial dan kecemasan di kalangan warga.

​Secara tegas, warga menyampaikan aspirasi agar keberadaan tanah ulayat milik masyarakat adat setempat mendapat perlindungan hukum yang jelas. Mereka meminta agar hak-hak atas tanah ulayat yang diwariskan secara turun-temurun tetap dipertahankan dan tidak tergerus oleh klaim-klaim pihak lain.

​Harapan besar pun diungkapkan oleh perwakilan warga yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. “Kami berharap besar kepada pemerintah untuk segera memberikan solusi atas apa yang terjadi di Tanah Walaka hari ini, sekaligus mengapresiasi aparat penegak hukum yang terus mendampingi kami dalam menjaga ketertiban umum,” tegas perwakilan tersebut di hadapan jajaran kepolisian dan warga.

​Merespons seluruh masukan tersebut, tim Ditintelkam Polda Sultra mencatat poin-poin penting guna dijadikan bahan pemetaan serta koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait demi menghadirkan solusi yang adil serta menjaga iklim daerah tetap kondusif. (mm)

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *