KENDARI – Warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, merasakan dampak pemadaman listrik yang terjadi selama tiga hari malam berturut-turut. Ini memicu keluhan dan ketidaknyamanan di tengah malam.
Pemadaman listrik secara bergilir ini berlangsung selama 3 hingga 4 jam setiap hari.
Tak hanya kota Kendari, pemadaman listrik secara bergilir juga terjadi di Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Rulia, seorang ibu rumah tangga, mengungkapkan ketidaknyamanannya akibat pemadaman tersebut.
“Semalam sekitar empat jam mati lampu. Kemarin juga kayaknya empat jam, dari siang mati nanti magrib baru menyala. Ada apakah PLN ini?” kata Rulia kesal, Kamis (3/9/2026).
Batal beli bahan kue karena pasar gelap
Ia juga mengaku batal membeli bahan untuk membuat kue di Pasar Mandonga Kendari akibat listrik padam di pasar tersebut.
“Saya ke Pasar Mandonga tadi. Rencana mau beli gula merah, batal mi. Soalnya gelap sekali dalam los. Tidak bisa kita lihat warnanya gula akhirnya pulang mi tidak jadi buat kue,” ungkap Rulia kepada Kompas. com.
Hal yang sama juga dikeluhkan Ririn, seorang ibu muda di Kendari.
Ia mengaku, bayinya rewel lantaran AC tidak berfungsi akibat listrik padam di malam hari selama 3 hari berturut-turut.
“Kejadian ini sudah tiga malam berturut-turut, baru padamnya terjadi tengah malam saat kita sedang tidur. Anak-anak kepanasan karena AC mati, terpaksa kipas-kipas pakai tangan,” keluhnya.
Sementara itu, Arul, karyawan di salah satu coffee shop di Kendari juga mengaku sangat terganggu dengan pemadaman listrik mulai sore hingga malam hari.
“Jelas sangat terganggu, apalagi listrik padam cukup lama bahkan sampai malam. Semua peralatan bergantung pada aliran listrik, dan biasanya pembeli di malam hari lumayan banyak,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi pemadaman listrik bergilir, Arul, menyampaikan bahwa owner Coffee shop tempat ia bekerja akhirnya membeli mesin genset.
Pengumuman resmi PLN
Berdasarkan pengumuman resmi PT PLN (Persero) ULP Wuawua, pemadaman listrik bergilir ini dalam rangka pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan untuk meningkatkan keandalan pasokan tenaga listrik serta mencegah bahaya ketenagalistrikan.
PLN menyampaikan pemeliharaan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memastikan pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat.
“Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas masyarakat dan menimbulkan ketidaknyamanan. Atas kondisi tersebut, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan,” tulis PLN di media sosialnya.
Jika pemadaman listrik masih terjadi setelah batas waktu yang telah diinformasikan atau pelanggan membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi 123 atau menggunakan aplikasi PLN Mobile melalui menu pengaduan. (Kompas.com)







