banner 728x250

Bendungan Pelosika Sultra Bakal Jadi Terbesar Ketiga di Indonesia, Telan Rp 9,8 Triliun

  • Bagikan
Ilustrasi desain Bendungan Pelosika, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).(Dok. Kementerian PU)
banner 468x60
Spread the love

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan nilai investasi sekitar Rp 9,8 triliun.

Infrastruktur sumber daya air (SDA) tersebut diproyeksikan menjadi yang terbesar ketiga di Indonesia setelah Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar yang dibangun di Sultra.

Pembangunan Bendungan Pelosika merupakan bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU periode 2025-2029.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan bendungan harus berjalan beriringan dengan pembangunan maupun rehabilitasi jaringan irigasi.

Hal tersebut diperlukan agar air yang ditampung bendungan dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk mendukung sektor pertanian.

“Suplai air yang berkelanjutan menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” kata Dody.

Tampung 1,1 Miliar Meter Kubik Air

Bendungan Pelosika dirancang memiliki kapasitas tampung total mencapai 1,117 miliar meter kubik.

Dari kapasitas tersebut, tampungan efektifnya mencapai 808 juta meter kubik.

Bendungan ini akan memiliki luas genangan sekitar 5.451,56 hektar dengan luas daerah tangkapan air mencapai 2.780,93 kilometer persegi.

Dengan kapasitas tampungan tersebut, Bendungan Pelosika akan menjadi salah satu infrastruktur penyedia air terbesar di Indonesia.

Pembangunan bendungan saat ini berada dalam tahap proses pemrograman dan siap memasuki proses lelang. Adapun masa pelaksanaan pembangunan direncanakan berlangsung pada 2026-2030.

Irigasi 20.458 Hektar

Salah satu manfaat utama Bendungan Pelosika adalah mendukung kebutuhan air untuk pertanian di Kabupaten Konawe.

Bendungan ini akan memberikan layanan irigasi untuk lahan seluas 20.458 hektar.

Luas tersebut terdiri dari 12.678 hektar daerah irigasi fungsional dan 7.780 hektar daerah irigasi potensial.

Artinya, lahan pertanian yang sebelumnya berpotensi ditanami dua kali dalam setahun diharapkan dapat ditingkatkan menjadi tiga kali dalam setahun.

Peningkatan indeks pertanaman tersebut diharapkan ikut memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Suplai Air Bersih 540.000 Jiwa

Selain mengairi lahan pertanian, Bendungan Pelosika juga dirancang untuk menyediakan air baku bagi masyarakat Kabupaten Konawe.

Kapasitas penyediaan air baku yang disiapkan mencapai 750 liter per detik.

Air tersebut nantinya dapat diolah melalui instalasi pengolahan air (IPA) dan disalurkan menggunakan jaringan perpipaan.

Kapasitas layanan tersebut diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan air bersih hingga sekitar 540.000 jiwa.

Dengan demikian, manfaat bendungan tidak hanya ditujukan untuk sektor pertanian, tetapi juga penyediaan kebutuhan air masyarakat.

Kurangi Risiko Banjir

Bendungan Pelosika juga memiliki fungsi pengendalian banjir.

Kementerian PU memproyeksikan keberadaan bendungan ini dapat mengurangi wilayah yang berisiko terdampak banjir dari 19.330 hektar menjadi 6.301 hektar.

Pengendalian banjir tersebut mencakup wilayah di Kabupaten Konawe yang tersebar pada 10 kecamatan.

Kesepuluh kecamatan tersebut yakni Asinua, Abuki, Lambuya, Uepai, Unaaha, Konawe, Anggaberi, Wawotobi, Wonggeduku, dan Pondidaha.

Dikembangkan untuk Energi

Bendungan Pelosika juga dirancang untuk mendukung pengembangan energi.

Infrastruktur tersebut diproyeksikan dapat mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 40 megawatt (MW).

Selain itu, terdapat potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 261,12 MW.

Dengan berbagai fungsi tersebut, Bendungan Pelosika tidak hanya diproyeksikan sebagai tampungan air untuk irigasi, tetapi juga menjadi infrastruktur yang mendukung ketahanan air, pangan, pengendalian banjir, dan energi di Sulawesi Tenggara.

Spesifikasi Bendungan Pelosika

Secara teknis, Bendungan Pelosika menggunakan tipe urugan inti clay dengan tinggi bendungan mencapai 63 meter.

Elevasi puncak bendungan berada pada 121 meter, sedangkan panjang puncak total mencapai 404,26 meter dengan lebar puncak 15 meter.

Untuk menunjang keamanan bendungan, desain Pelosika dilengkapi pelimpah utama tipe ogee serta pelimpah darurat tipe broad-crest.

Dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp9,8 triliun, pembangunan Bendungan Pelosika ditargetkan menjadi salah satu proyek strategis dalam penguatan infrastruktur Sumber Daya Air di Sulawesi Tenggara.

Jika terealisasi sesuai rencana, bendungan ini akan memberikan manfaat sekaligus untuk irigasi, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta pengembangan energi di Kabupaten Konawe. (kompas)

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *