banner 728x250

Progres 90 Persen, SMA Unggul Garuda di Sultra Segera Beroperasi

  • Bagikan
Mendiktisaintek Brian Yuliarto meninjau langsung proses pembangunan SMA Unggul Garuda Baru di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. (Foto: Humas Kemendikti Saintek)
banner 468x60
Spread the love

Jakarta – Pembangunan SMA Unggul Garuda Baru di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara telah memasuki tahap akhir, ditargetkan akan siap digunakan dalam tahun ajaran baru 2026/2027. Saat ini prosesnya telah mencapai 90 persen.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menginstruksikan, agar proses pembangunan SMA Unggul Garuda Baru di Konawe Selatan dapat diselesaikan tepat waktu, dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan siswa saat fasilitas mulai digunakan.

“Gedung sekolah menjadi fokus utama penyelesaian karena akan menjadi fasilitas pertama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran,” kata Brian, melalui keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).

Brian yang telah meninjau langsung proses pembangunan SMA Unggul Garuda Baru mengungkapkan, secara keseluruhan, progres fisik pembangunan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 90 persen pada Juli 2026. Kemdiktisaintek terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal sehingga fasilitas pendidikan dapat segera difungsikan.

“Progres pembangunan gedung sekolah telah mencapai sekitar 87,58 persen, dengan target penyelesaian struktural dan fungsional pada Juli 2026 sehingga ruang-ruang kelas dapat segera dimanfaatkan,” sambung dia.

Pastikan Pembangunan Fasilitas Pendukung

Brian juga memastikan pembangunan fasilitas pendukung seperti kantin dan dapur berjalan beriringan dengan pembangunan gedung utama.

“Begitu juga dengan pembangunan asrama siswa dan rumah dinas guru juga terus diselesaikan untuk mendukung kenyamanan tenaga pendidik yang akan bertugas di SMA Unggul Garuda Baru,” ucap dia.

Selain itu, lanjut Brian, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pekerjaan konstruksi yang masih berlangsung saat kegiatan belajar dimulai, disiapkan skema pengamanan kawasan.

“Area operasional siswa akan dipisahkan dari area pekerjaan menggunakan pembatas dan jalur akses khusus sehingga keamanan dan keselamatan warga sekolah tetap terjaga selama masa transisi penyelesaian pembangunan,” tutup Brian.

Untuk diketahui, saat ini sebanyak 307 siswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia dinyatakan lolos sebagai angkatan pertama. Mobilisasi peserta didik akan dilakukan sesuai jadwal, yaitu pada 16-19 Juli 2026. Sementara kegiatan belajar mengajar resmi dimulai pada 20 Juli 2026.

Saat ini, terdapat pembangunan empat Sekolah Garuda Baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain SMA Unggul Garuda Baru Bangka Belitung, SMA Unggul Garuda Baru Kalimantan Utara, SMA Unggul Garuda Baru Sulawesi Tenggara, dan SMA Unggul Garuda Baru Nusa Tenggara Timur. (liputan6.com)

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *