KENDARI — Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 Hijriah. Program tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Mei 2026, di pelataran parkir Kantor Wali Kota Kendari.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan gerakan pangan murah menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk menekan potensi lonjakan harga kebutuhan pokok yang umumnya terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Gerakan pangan murah ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Idul Adha,” ujar Abdul Rauf, Selasa (19/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar. Produk yang dijual antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga aneka produk pangan olahan.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, pemerintah juga menghadirkan bazar kuliner yang melibatkan pelaku usaha mikro dan UMKM lokal dengan berbagai pilihan makanan khas daerah.
Program Gerakan Pangan Murah ini turut melibatkan sejumlah instansi dan mitra strategis, seperti Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, distributor pangan, kelompok tani, hingga pelaku usaha pangan lokal.
Menurut Abdul Rauf, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idul Adha.
“Kegiatan ini terbuka untuk umum dan kami berharap masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik. Selain membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, kegiatan ini juga menjadi sarana mendukung produk pangan lokal,” katanya.
Pemerintah Kota Kendari menilai pengendalian inflasi pangan menjadi salah satu prioritas daerah, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan yang biasanya diikuti kenaikan harga sejumlah komoditas strategis.
Berdasarkan tren tahunan, beberapa bahan pangan seperti cabai, bawang, daging ayam, telur, dan minyak goreng sering mengalami fluktuasi harga akibat tingginya permintaan pasar.
Karena itu, Gerakan Pangan Murah menjadi instrumen stabilisasi yang rutin dilakukan pemerintah bersama Badan Pangan Nasional di berbagai daerah Indonesia untuk menjaga daya beli masyarakat.
Selain intervensi pasar murah, pemerintah juga terus memperkuat koordinasi pengawasan distribusi pangan dan memantau stok kebutuhan pokok agar tidak terjadi kelangkaan menjelang Idul Adha.
Pemkot Kendari berharap program tersebut mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga laju inflasi daerah tetap terkendali.







