KENDARI, Tigadetik.com – Angkatan Muda Tolaki (AMT) menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk paham radikalisme, intoleransi, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang berpotensi mengancam keamanan, persatuan, serta kerukunan masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sikap tersebut ditegaskan sebagai bentuk komitmen AMT dalam menjaga nilai-nilai toleransi, memperkuat persaudaraan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis di Bumi Anoa.
Ketua AMT Akbar Liambo, menyampaikan bahwa pihaknya menolak keras berkembangnya paham-paham radikalisme yang dapat merusak tatanan kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan tidak memberikan ruang bagi paham yang berpotensi memecah belah kehidupan bermasyarakat.
”Keberagaman yang ada di Sulawesi Tenggara merupakan bagian penting dari kehidupan sosial yang harus dijaga bersama. Perbedaan latar belakang, pandangan, suku, maupun keyakinan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menumbuhkan permusuhan dan tindakan intoleransi,” ujar Akbar (Rabu, 21/10/2026)
Sebaliknya, perbedaan tersebut perlu disikapi dengan semangat saling menghormati, menghargai, dan menjaga hubungan baik antarsesama warga.
Sebagai bagian dari masyarakat Tolaki, AMT menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya yang menjunjung tinggi kebersamaan, persaudaraan, dan keharmonisan dalam kehidupan sosial.
”Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, termasuk penyebaran paham radikalisme dan intoleransi,” lanjut ujar Akbar.
AMT juga mengingatkan bahwa penyebaran paham ekstrem yang mengarah pada tindakan kekerasan dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, upaya menjaga keamanan dan kedamaian daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
”Kesadaran bersama diperlukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi maupun ajakan yang berpotensi memicu konflik sosial,” tuturnya.
AMT mengajak generasi muda, khususnya kalangan pemuda Tolaki, untuk mengambil peran positif dalam menjaga kondusivitas wilayah Sulawesi Tenggara. Generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor persatuan, menyebarkan pesan perdamaian, serta memperkuat sikap toleransi di lingkungan masing-masing.
”Saya juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama antarkelompok masyarakat. Dengan mengedepankan dialog dan sikap saling menghargai, berbagai perbedaan dapat dikelola secara bijaksana tanpa harus berujung pada pertentangan,” ucapnya.
Menurut AMT, menjaga Sulawesi Tenggara agar tetap aman dan damai merupakan kepentingan bersama. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersinergi dalam mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
AMT menegaskan bahwa penolakan terhadap paham-paham tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keutuhan kehidupan bermasyarakat serta memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dalam suasana yang aman dan kondusif.
Melalui pernyataan sikap tersebut, AMT berharap semangat persatuan dan toleransi terus tumbuh di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara. Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan maupun pengaruh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai perdamaian.
”Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan menolak segala bentuk tindakan yang dapat mengancam keamanan serta keharmonisan di Bumi Anoa,” ujar Akbar.(mm)
AMT Tegas Tolak Penyebaran Faham Radikalisme dan Intoleransi di Kalangan Masyarakat Tolaki







