banner 728x250

Dua Oknum Lurah di Kendari Pesta Miras dan Open BO di Kantor Kelurahan

  • Bagikan
Warga grebek pesta miras oknum lurah di Kantor Kelurahan. Foto: istimewa
banner 468x60
Spread the love

KENDARI – Dua oknum lurah di Kota Kendari nyaris diamuk massa setelah kedapatan tengah bermesraan dengan dua wanita muda hasil pesanan daring (open BO) via aplikasi pada Jumat (12/6/2026) malam.

Aksi nekat abdi negara yang seharusnya menjadi panutan warga ini sontak memicu kemarahan publik hingga berujung penggerebekan dramatis.

Mirisnya, dugaan prostitusi itu dilakukan di kantor Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.

Tindakan tak terpuji dua lurah yakni Lurah Poasia inisial ZM dan Lurah Talia RAK ini terungkap, saat salah satu wanita berteriak sehingga didengar oleh warga.

“Wanita ini berteriak karena bayaran tidak sesuai, kesepakatan awal Rp 300 ribu per wanita, tapi ternyata hanya dibayar Rp 200 ribu per orang,” beber warga berinisial W.

Karena mendengar teriakan mencurigakan dari dalam kantor kelurahan, warga pun berbondong-bondong berdatangan memastikan sumber suara tersebut.

Warga kemudian tersulut emosi karena melihat dua pejabat Pemkot Kendari itu sedang berduaan.

Melihat tindakan asusila dilakukan di fasilitas publik oleh pemimpin wilayah mereka, emosi warga pun langsung tersulut. Beruntung, amarah warga berhasil diredam sebelum situasi menjadi lebih anarkis.

“Warga mengamuk tapi tidak bagaimana juga. Menurut informasi, dua wanita itu tak tahu kalau lokasi tersebut kantor kelurahan, mereka kira penginapan karena lampu dimatikan,” bebernya.

Menurut W, kedua wanita tersebut sama sekali tidak mengetahui bahwa tempat yang mereka datangi adalah kantor pemerintahan.

“Menurut informasi, dua wanita itu tak tahu kalau lokasi tersebut kantor kelurahan. Mereka kira penginapan karena lampu dimatikan,” tambahnya.

Mendapat laporan dari masyarakat terkait insiden tersebut, Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.

Polisi mengamankan kedua oknum lurah bersama dua wanita tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya peristiwa penggerebekan kedua oknum aparatur sipil negara (ASN) tersebut.

“Benar sudah kami amankan. Sudah kita berikan imbauan kamtibmas supaya (warga) tidak anarkis dan tidak main hakim sendiri,” kata AKP Welliwanto saat dikonfirmasi, Minggu (14/6/2026).

Polresta Kendari masih melakukan pemeriksaaan intensif terhadap kedua oknum lurah bersama dua wanita muda tersebut, guna proses hukum lebih lanjut.

Kronologi dua oknum lurah digerebek

Penggerebekan terhadap dua oknum lurah berawal saat mereka asyik pesta miras dengan dua wanita dalam ruangan gelap tepat di Kantor Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Awalnya, Lurah Poasia meminta kepada JI, seorang pria yang juga staf di kelurahan Poasia untuk dicarikan wanita panggilan sebagai teman minum.

Lalu JI mencari wanita yang dimaksud melalui aplikasi kencan berwarna hijau itu dan ia menemukan wanita inisial CIS (21) yang menawarkan teman kencan dengan berbagai pelayanan seksual.

Dalam proses negosiasi, JI meminta CIS untuk datang bergabung dalam pesta minum, namun belum ditentukan kesepakatan.

CIS meminta bayaran sebesar Rp 700.000 untuk layanan ditemani minum dan berhubungan badan.

Selang beberapa menit, JI kembali menghubungi CIS dan memintanya untuk mengajak satu rekannya sesama wanita untuk menemani Lurah Talia.

CIS pun mengajak temannya berinisial ANI (18) untuk menemani Lurah Talia inisial RAK.

Selanjutnya oknum lurah Poasia meminta keduanya datang ke kantornya menggunakan taksi online. Lalu datanglah kedua wanita tersebut, langsung disambut lurah Poasia.

Ongkos taksi online pun dibayar sebesar Rp 90.000. CIS pun heran mengapa lokasi minum minuman keras ini berada dalam kantor.

“Saya juga bingung, awalnya dia bilang minum di penginapan tapi pas tiba kok kantor,” kata CIS saat diinterogasi polisi. (kompas.com)

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *