KENDARI – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran melantik 25 orang Eselon II atau Pejabat Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Rabu (14/5/2025).
Pejabat yang dilantik mulai dari kepala dinas, staf ahli, kepala badan hingga asisten.
Ke 25 orang pejabat baru tersebut masing – masing,
1. Sudirham Kepala Dinas Sosial,
2. dr. Sukirman Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan, Sumberdaya Manusia dan Kerjasama,
3. La Ode Abdul Manaz Salihin Kasat Pol PP,
4. Paminuddin Kepala Dinas Perhubungan
5. Erlis Sadya Kencana Kadis DLHK,
6. Ali Aksa Kadis PUPR,
7. Farida Agustina Kadis Tenaga Kerja dan Perindustrian,
8. Andi Dajeng Kadis Perpustakaan dan Arsip,
9.Jahudding Kadis Pengendalian Penduduk dan KB,
10. Sahurianto Kadis Kominfo
11. Makmur Kadis Pertanian
12. Agus Salim MS Kadis Perikanan
13. Satria Damayanti Kadis Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan
14. Syarifuddin Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM
15. Hasria Kadis Kesehatan
16. Junaidin Umar Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
17. Cornelius Padang Kepala BPBD
18. Amir Hasan Kepala Bapenda
19. Muhammad Saiful Kepala Bappeda
20. Nismawati Asisten (II) Perekonomian dan Pembangunan,
21. Imran Ismail Asisten (III) Adminstrasi umum,
22. Maman Firmansyah Asisten (I) Pemerintahan,
23. Fadil Suparman Kaban Kesbang Pol,
24. Alda Kesutanlapae Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan,
25. Adriana Musarudin Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan, pelantikan ini telah mendapatkan persetujuan resmi dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
“Karena Alhamdulillah, baru saya yang dikasi izin di Sulawesi Tenggara untuk melantik,” ungkap Siska usai melantik ke 25 pejabat di balai kota Kendari, Rabu (14/5/2025).
Ia juga menekankan rotasi dan mutasi dalam birokrasi merupakan hal yang lumrah sebagai upaya penyegaran organisasi. Yang menarik, tak satu pun pejabat dinyatakan nonjob. Semua hanya mengalami pergeseran jabatan atau rolling.
“Yang harus dilakukan sekarang adalah bagaimana menunjukkan kinerja, profesionalisme, dan loyalitas. Tidak menutup kemungkinan, dua bulan setelah dilantik, jika kinerjanya bagus menurut pimpinan, maka bisa saja diberi kepercayaan lebih,” jelasnya.
Siska juga memberi peringatan keras bagi pejabat yang hanya berleha-leha.
“Kalau masih menjabat tapi tidak menunjukkan kinerja baik, apalagi malas-malasan, maka sudah layak untuk dinonjob,” tegasnya.
Wali Kota Kendari kembali menegaskan bahwa dalam pelantikan ini dia sama sekali tidak meminta sejumlah uang pada para pejabat yang dilantik, sebab dia mendapatkan informasi jika pelantikan camat yang lalu ada camat yang dimintai bayaran. Jika informasi itu betul adanya dia akan memprosesnya.
Siska Karina Imran menambahkan, perombakan kabinet ini bukan karena suka dan tidak suka atau lawan politik, sebab pada pelantikan sebelumnya Wali Kota Kendari melantik Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang merupakan Istri lawan politiknya di Pilkada lalu.
Pada pelantikan kali ini terdapat beberapa kepala Dinas masih berada pada posisi semula dan tidak mengikuti pelantikan yakni, Inspektur, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis Ketahanan Pangan, sementara Kadis Pemuda dan Olahraga serta Kadia Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah mengikuti pelantikan sebelumnya.
Selain itu masih terdapat sejumlah jabatan kosong yang ditinggalkan pejabat sebelumnya. (rri.co.id)







