JAKARTA – Kebakaran hutan besar terjadi di dekat Yerusalem dan Tel Aviv pada Rabu, 30 Mei 2025, memaksa Israel membatalkan upacara penyalaan obor Hari Kemerdekaan.
Penutupan jalan dan evakuasi massal membuat negara lumpuh selama dua hari, mengubah suasana yang seharusnya meriah menjadi momen duka yang mengingatkan warga pada serangan teroris Hamas 7 Oktober 2023.
“Para relawan kami mencari tubuh di dalam mobil-mobil yang ditinggalkan di jalan raya; itu membuat mereka teringat kembali pada 7 Oktober,” ujar Presiden layanan ambulans United Hatzalah, Eli Beer, dikutip dari Fox News, Jumat, 2 Mei 2025.
Kebakaran bermula dari hutan di sekitar Yerusalem dan cepat meluas karena angin kencang. Sedikitnya 10 permukiman harus dievakuasi, dan Jalan Raya 1 yang menghubungkan Yerusalem dengan Tel Aviv ditutup total.
Media Israel melaporkan bahwa 163 tim pemadam kebakaran dan penyelamatan serta 12 pesawat dikerahkan untuk mengatasi kebakaran ini.
Hingga Rabu sore, setidaknya 13 orang terluka, meski tidak ada laporan korban jiwa. Laporan terakhir, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 5.000 hektare.
Israel akhirnya membatalkan upacara tahunan penyalaan obor yang biasa digelar untuk memperingati penandatanganan deklarasi kemerdekaan pada 14 Mei 1948 (5 Iyar dalam kalender Yahudi).
Sebagai gantinya, televisi menayangkan rekaman latihan upacara tersebut. Sejumlah acara Hari Kemerdekaan lainnya juga dibatalkan karena api belum bisa dikendalikan kemarin.
‘Kami Benar-benar Terguncang’
Video dari lokasi menunjukkan kobaran api menyelimuti perbukitan, pohon-pohon yang hangus, dan api yang menjalar hingga ke bagian jalan raya. Pemerintah Israel pun meminta bantuan dari komunitas internasional.
“Dalam beberapa jam terakhir, saya melakukan serangkaian panggilan dengan rekan-rekan saya dari Argentina, Prancis, Italia, Inggris, Spanyol, Portugal, Republik Ceko, Swedia, Kroasia, Yunani, Siprus, Azerbaijan, dan Makedonia Utara untuk meminta bantuan udara dalam menangani kebakaran di dekat Yerusalem,” tulis Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar di platform X (dulu Twitter).
“Saya berterima kasih kepada negara-negara yang sudah berjanji akan membantu, dan juga kepada mereka yang saat ini sedang mempertimbangkan permintaan kami. Israel beruntung memiliki sahabat sejati yang siap membantu di saat darurat.”
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tengah berkonsultasi dengan anggota kabinet seniornya mengenai penanganan kebakaran ini. (pikiranrakyat.com)







