banner 728x250

Ada Apa di Los Angeles? Penggerebekan Imigran Berujung Ricuh

  • Bagikan
Suasana kerusuhan di Los Angeles (LA) Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (7/6/2025).(Tangkapan layar via BBC)
banner 468x60
Spread the love

LOS ANGELES – Ketegangan meningkat di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), setelah aparat Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menggelar operasi penggerebekan besar-besaran sejak Jumat (6/6/2025).

Operasi tersebut memicu gelombang protes dan bentrokan yang berujung pada kerusuhan di sejumlah titik kota.

Menurut laporan CBS, penggerebekan dilakukan di Distrik Westlake dan wilayah Los Angeles bagian selatan. Setidaknya 118 orang ditangkap dalam sepekan terakhir, termasuk 44 orang pada Jumat.

Gubernur California, Gavin Newsom, mengecam keras operasi ini dan menyebutnya sebagai “tindakan kejam” yang memicu instabilitas.

Protes berujung ricuh

Unjuk rasa dimulai pada Jumat malam di sekitar Gedung Federal di pusat kota Los Angeles. Aksi damai itu berubah menjadi kericuhan setelah sekelompok demonstran menyemprotkan grafiti dan melemparkan benda ke arah aparat kepolisian.

Polisi menyatakan protes tersebut sebagai “perkumpulan yang melanggar hukum” dan mulai melakukan pembubaran paksa.

Keesokan harinya, Sabtu (7/6/2025), unjuk rasa berlanjut di Kota Paramount, wilayah yang dikenal sebagai permukiman mayoritas Latino.

Sekitar 400 orang terlibat dalam demonstrasi. Sheriff Kabupaten LA, Robert Luna, mengatakan pihaknya mencoba membubarkan massa tanpa kekerasan.

Namun bentrokan tetap tak terelakkan. Menurut laporan The New York Times, sejumlah demonstran menyalakan kembang api dan melemparkannya ke arah aparat. Polisi merespons dengan tembakan proyektil merica dan peluru karet.

Trump kerahkan Garda Nasional

Situasi memanas membuat Presiden Donald Trump memerintahkan pengerahan 2.000 anggota Garda Nasional Amerika Serikat ke Los Angeles. Jaksa sementara AS untuk Distrik Pusat California, Bill Essayli, mengatakan pasukan akan tiba dalam 24 jam untuk “memulihkan ketertiban”.

Trump pun menyatakan, pengerahan ini dilakukan demi mendukung operasi terhadap migran tak berdokumen.

“Saya mengerahkan Garda Nasional demi alasan penggerebekan terhadap migran tak berdokumen,” kata Trump.

Ia juga mengecam para pengunjuk rasa yang disebutnya sebagai penghasut dan pembuat onar yang dibayar.

Lebih lanjut, Trump melarang penggunaan masker dalam aksi protes dan mengapresiasi kinerja Garda Nasional.

“Kami tidak akan mengizinkan mereka memakai masker lagi saat protes. Terima kasih kepada Garda Nasional atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik,” tegasnya.

Respons pejabat lokal dan demokrat

Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, menegaskan pemerintah kota tidak meminta kehadiran pasukan federal. Namun seorang pejabat federal membantah dan mengatakan pasukan tetap akan dikerahkan.

Sementara itu, Gubernur Gavin Newsom menyebut pengerahan Garda Nasional sebagai tindakan yang sengaja menghasut. “Keputusan ini hanya akan meningkatkan ketegangan,” ujarnya.

Istrinya, Jennifer Siebel Newsom, turut menyuarakan keprihatinan lewat media sosial.

“Mempersenjatai protes untuk membenarkan tindakan keras federal adalah preseden yang berbahaya,” tulisnya.

Anggota Kongres Sara Jacobs menilai langkah Trump sebagai eskalasi yang tidak perlu. Ia menyerukan agar presiden mempertimbangkan kembali tindakannya. “Tidak seorang pun ingin komunitasnya dimiliterisasi,” katanya.

Senator Alex Padilla juga mengecam tindakan tersebut. “Menggunakan Garda Nasional dengan cara seperti itu adalah misi yang sepenuhnya tidak pantas dan salah arah. Pemerintahan Trump hanya menebar lebih banyak kekacauan dan perpecahan bagi komunitas kita,” ujarnya.

Situasi masih mencekam

Menurut pembaruan dari Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD), kerusuhan terus terjadi di pusat kota. Polisi telah menangkap sejumlah demonstran yang tidak mematuhi perintah pembubaran.

Satu area di sekitar pusat penahanan juga telah dinyatakan sebagai zona pembubaran. “Kami telah menahan banyak orang yang gagal membubarkan diri setelah kami memperingatkan mereka berkali-kali,” ujar LAPD melalui media sosial.

Mereka juga menyatakan tidak menggunakan amunisi mematikan, namun mengakui bahwa peluru karet dan gas merica dapat “menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan”.

Situasi di Los Angeles masih terus berkembang, sementara perdebatan soal kebijakan imigrasi dan penegakan hukum federal kian memanas di panggung nasional. (Kompas.com)

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *