banner 728x250

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Duel Dramatis Lawan Thailand

  • Bagikan
Presiden Prabowo Subianto bersama pemain Timnas Indonesia mengangkat piala juara FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam. Indonesia juara setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti dengan skor 4-2. /Antara/ M Risyal Hidayat/
banner 468x60
Spread the love

Jakarta – Tim Nasional (Timnas) Indonesia akhirnya mencetak sejarah dengan menjuarai ajang FIFA ASEAN Cup 2026 dalam laga final dramatis melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin 5 Oktober 2026 malam. Sejarah tercipta setelah skuad Garuda memetik kemenangan dramatis lewat adu penalti 6-4 (2-2).

Enam gol kemenangan skuad Garuda disumbangkan oleh James Dean (86′) dan Elkan Baggot di perpanjangan waktu (115′). Kemudian empat gol tambahan lainnya tercipta lewat adu pinalti yang sukses dilesakkan oleh Kevin Diks, James Dean, Elkan Baggots, dan Sean Pattynama.

Momentum adu penalti yang disaksikan lebih dari 60.000 penonton itu, begitu menegangkan. Setelah sama-sama mampu mencatatkan 3 gol, tendangan algojo dari pemain Thailand Sarach Yooyen yang membentur tiang gawang Emil Audero, menjadi pembuka keunggulan ­Garuda.

Selanjutnya, Sean Pattynama menghasilkan gol keempat bagi Indonesia di adu penalti ini. Puncak kegembiraan menyeruak ketika tendangan Nattapong Sayriya sukses ditampik oleh Emil, sekaligus memastikan kemenangan bagi Timnas Indonesia.

Pada laga puncak ini, John Herdman menurunkan komposisi terbaiknya sejak awal pertandingan. Lima gol Mitchell Baker pada laga sebelumnya menjadi alasan kuat bagi penyerang tersebut kembali dipercaya sebagai ujung tombak. Baker kembali berduet dengan Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen.

Di lini tengah, Thom Haye yang telah terbebas dari sanksi kartu merah kembali dimainkan bersama Joey Pelupessy. Keduanya bertugas menjaga aliran bola sekaligus menjadi lapisan pertama ketika Indonesia kehilangan pe­nguasaan.

Kevin Diks dan Calvin Verdonk menjadi pemain yang membantu keseimbangan dari sisi pertahanan, sedangkan Luke Vickery, Elkan Baggott, dan Justin Hubner mengisi skema tiga bek. Emil Audero kembali dipercaya menjaga gawang.

Thailand langsung memberikan tekanan sejak awal. Kesalahan penguasaan bola Indonesia beberapa kali dimanfaatkan untuk melancarkan serangan balik. Indonesia merespons lewat transisi cepat, tetapi penyelesaian Luke Vickery masih dapat diamankan kiper Saranon Anuin. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Herdman melakukan perubahan pada awal babak kedua. Dean James masuk menggantikan Thom Haye. Per­ubahan tersebut meng­ubah pendekatan Indonesia, tetapi Thailand justru tampil lebih agresif.

Indonesia kesulitan me­ngembangkan serangan. Thai­land semakin nyaman menekan dan membuat bola sulit dialirkan ke daerah pertahanan mereka.

Pelanggaran Mickelson ter­hadap Romeny di dekat garis kotak penalti mengha­silkan tendangan bebas pada menit ke-80. Dean James maju sebagai eksekutor. Tendangannya sempat membentur kaki dua pemain Thailand sebelum berubah arah dan bergulir masuk ke ga­wang. Indonesia unggul 1-0

Sayang, keunggulan itu ter­nyata tidak bertahan lama. Pada menit ke-87, Seksan Ratree mengirimkan umpan silang lambung ke area pertahanan Indonesia. Iklas Sanron datang dari lini kedua tanpa kawalan dan menyambutnya dengan tendangan keras yang tidak mampu diantisipasi Emil. Skor kembali 1-1.

Setelah jeda singkat dan water break, kedua tim kembali menjalani dua kali 15 me­nit tambahan waktu. Indonesia berusaha mengambil inisiatif. Herdman memasuk­kan Egy Maulana Vikri dan Shayne Pattynama pada me­nit ke-99 untuk mengganti­kan Calvin Verdonk dan Dean James.

Masuknya Egy membuat aliran bola Indonesia lebih hidup. Beban Romeny di lini depan juga sedikit berkurang karena Indonesia memiliki pilihan distribusi bola yang lebih banyak.

Indonesia mendominasi babak pertama extra time. Namun, rapatnya pertahan­an Thailand membuat te­kanan tersebut belum menghasilkan gol. Babak pertama perpanjangan waktu berakhir dengan skor tetap 1-1.

Thailand yang bermain dengan 10 pemain, justru kembali menghukum Indonesia. Anan Yodsangwal mengirimkan umpan tarik ke area berbahaya. Peeradol Chamrasamee datang dari bela­kang tanpa kawalan dan lang­sung menyambar bola. Emil tidak mampu menjangkaunya. Thailand berbalik unggul 2-1.

Indonesia tidak menyerah. Tekanan kembali diberikan ke pertahanan Thailand. Pada menit ke-115, Indonesia akhirnya mendapat­kan gol.

Rizky Ridho me­le­paskan tendangan yang ma­sih mampu ditepis kiper Thailand. Bola muntah jatuh di area yang tepat untuk El­kan Baggott. Bek jangkung Indonesia tersebut tidak me­nyia-nyiakan kesempatan dan menyelesaikannya de­ngan tenang. Kedudukan kembali imbang 2-2.

Gol Baggott menghidupkan kembali SUGBK. Dua kali 15 menit tambahan waktu tidak juga menghasilkan pemenang. Indonesia dan Thailand masih sama kuat 2-2. Adu penalti pun dilakukan untuk menentukan juara.

Sementara itu, status sebagai juara bertahan tidak banyak membantu Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026. Tampil pada perebutan peringkat tiga di (SUGBK), Jakarta, Vietnam justru harus mengakhiri turnamen di posisi keempat setelah ditaklukkan Malaysia 0-1 pada laga perebutan tempat ketiga.

Gol tunggal Fergus Tierney pada menit ke-62 memastikan Malaysia membawa pulang medali perunggu. Sebaliknya, Vietnam yang datang dengan status juara AFF harus menutup perjalanan di Indonesia tanpa medali. (pikiranrakyat)

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *