banner 728x250

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi Sultra Magnitudo 3,1 Guncang Kendari dan Konsel

  • Bagikan
BMKG merilis penyebab Gempa Bumi Sultra berkekuatan M 3,1 yang mengguncang Kendari dan Konawe Selatan pada dini hari. Simak detail pemicu gempa dangkal ini dan dampaknya. (©AntaraNews)
banner 468x60
Spread the love

KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik yang mengguncang dua wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Gempa ini memiliki magnitudo (M) 3,1 dan dirasakan oleh masyarakat di Kota Kendari serta Kabupaten Konawe Selatan. Peristiwa alam ini terjadi pada Minggu dini hari, tepatnya pukul 02.25 Wita, memicu perhatian publik.

Menurut Kepala BBMKG Wilayah IV, Irwan Slamet, gempa bumi tersebut disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di bawah permukaan. Analisis terbaru dari BMKG menunjukkan parameter gempa yang telah diperbarui dengan magnitudo 3,1. Lokasi episenter gempa ini berada di darat, sekitar 43 kilometer di Timur Laut Konawe Selatan, menunjukkan kedekatan dengan permukiman.

Dengan kedalaman hiposenter yang tercatat dangkal, hanya 5 kilometer, gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal. Guncangan gempa dirasakan cukup nyata oleh penduduk di Kendari dan Konawe Selatan, meskipun BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami. Informasi ini penting untuk menenangkan kekhawatiran masyarakat.

Analisis BMKG Mengenai Sumber Gempa Bumi Sultra

Irwan Slamet, Kepala BBMKG Wilayah IV, memberikan penjelasan komprehensif mengenai gempa bumi yang melanda Sultra. Gempa tektonik dengan magnitudo 3,1 ini merupakan hasil analisis mendalam dari tim BMKG. Data terbaru yang dirilis menunjukkan parameter yang akurat dari kejadian gempa ini, memberikan informasi yang jelas kepada publik.

Episenter gempa bumi Sultra ini secara spesifik terletak pada koordinat 4.03 Lintang Selatan dan 122.43 Bujur Timur. Titik ini mengindikasikan lokasi di darat, tepatnya berjarak 43 kilometer dari Timur Laut Konawe Selatan. Kedalaman gempa yang hanya 5 kilometer menjadi faktor kunci dalam penentuan jenis gempa ini sebagai gempa dangkal.

Irwan Slamet secara tegas menyatakan bahwa penyebab utama gempa bumi ini adalah aktivitas sesar aktif di bawah permukaan tanah. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pemahaman geologi lokal.

Dampak Guncangan dan Pemantauan Gempa Susulan di Sultra

Gempa bumi Sultra ini menimbulkan tingkat guncangan yang bervariasi di beberapa daerah terdampak. Berdasarkan estimasi peta guncangan dan laporan yang diterima dari masyarakat, Kota Kendari mengalami guncangan dengan skala intensitas III MMI. Pada skala ini, getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah, bahkan seringkali menimbulkan sensasi seperti ada truk besar yang melintas di dekatnya.

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), intensitas guncangan tercatat pada skala II-III MMI. Irwan Slamet menjelaskan, “Sedangkan di Konsel dengan skala intensitas II-III MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.” Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tidak terlalu kuat, guncangan tetap dirasakan oleh warga.

Hingga laporan ini disusun, BMKG belum menerima adanya laporan mengenai kerusakan signifikan yang ditimbulkan oleh gempa bumi tersebut. Irwan Slamet juga memberikan informasi yang menenangkan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Ini adalah kabar baik yang mengurangi kekhawatiran masyarakat pesisir.

BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas gempa susulan di wilayah Sultra. Irwan Slamet menyampaikan bahwa hingga pukul 03.30 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. Situasi ini mengindikasikan bahwa kondisi pasca-gempa relatif stabil dan tidak ada ancaman lanjutan dalam waktu dekat. (merdeka)

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *