banner 728x250

Awal Mula Oknum ASN TNI di Kendari Tikam Polisi hingga Tewas di Rumahnya

  • Bagikan
Oknum ASN TNI yang aniaya polisi hingga meninggal dunia, Sabtu (15/11/2025)
banner 468x60
Spread the love

Kendari – Seorang ASN Denbekang Korem 143/Halu Oleo berinisial JU (43) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menikam seorang polisi inisial Bripka LAS (37) hingga tewas di rumahnya. Peristiwa bermula saat pelaku cekcok dengan istrinya yang merupakan tante korban.

Peristiwa itu terjadi di rumah pelaku di Jalan Budi Utomo, Lorong Merak Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua, Sabtu (15/11) sekitar pukul 01.30 Wita. Korban yang bertugas di Polres Tolikara datang ke Kendari lalu menginap di rumah pelaku. Korban dan istri pelaku memiliki hubungan kekeluargaan.

“Korban ini keponakan dari istri pelaku dan korban menginap di rumah pelaku,” kata Kanit Resmob Polda Sultra, AKP Gayuh Pambudhi Utomo dalam keterangannya.

Gayuh menyebut Bripka LAS datang ke Kendari dalam rangka mengantar atlet untuk mengikuti kegiatan paralayang. Ia menuturkan korban merupakan pelatih atlet paralayang.

“Jadi korban ini berdinas di Polres Tolikara. Dia ke Kendari itu dalam rangka tugas dengan membawa para atlet paralayang untuk bertanding,” beber dia.

Saat malam hari, lanjut dia, korban yang tengah tertidur terbangun karena mendengar adanya keributan antara pelaku dan istrinya. Ia menjelaskan korban pun berinisiatif menuju asal suara untuk melerai.

“Ketika itu korban terbangun karena mendengar pertengkaran antara pelaku dan istrinya di dalam rumah dan berniat melerai,” ujar dia.

Saat itu pelaku yang dalam keadaan emosi langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam. Korban pun mengalami luka akibat sabetan badik dan meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

“Pelaku diduga emosi dan balik menyerang korban menggunakan badik hingga korban meninggal di tempat kejadian,” terangnya.

Warga kemudian melaporkan penganiayaan itu ke polisi. Petugas yang datang mendapati pelaku dalam keadaan berlumuran darah dan korban tergeletak di lantai rumah dalam keadaan bersimbah darah.

“Ketika anggota mengecek di dalam rumah, korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” bebernya.

Korban lalu dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum guna pemeriksaan lebih lanjut. Sementara pelaku kini ditahan di Polda Sultra.

Pelaku Ditangkap

Gayuh mengatakan polisi yang datang ke lokasi kejadian sempat dilawan oleh pelaku. Sebab, di tangan pelaku masih ada badik yang digunakan membunuh korban.

“Sempat terjadi perlawan dari pelaku terhadap anggota karena masih memegang sajam,” tuturnya.

Setelah melakukan pendekatan personal, pelaku luluh dan polisi bisa meringkus pelaku. Polisi lalu mengecek kondisi korban yang nyawanya sudah tidak tertolong.

“Ketika anggota mengecek di dalam rumah, korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Selanjutnya pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk dilakukan pemeriksaan karena pelaku dalam keadaan penuh darah. Korban juga langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

“Korban lalu dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum,” pungkasnya. (detikcom)

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *